20090316

memiliki atau tidak memiliki?

Reaksi yang umum ditunjukkan oleh teman-teman saat telah menyelesaikan suatu program pelatihan yang memperkaya pengetahuan, pengertian, dan keahlian adalah reaksi yang penuh dengan kegembiraan dan semangat untuk segera dapat membagikan apa yang baru saja didapat kepada teman-teman di tempat asal.

Rasanya hati sarat dengan kemampuan yang harus segera dibagikan. Dipenuhi dengan semangat yang meneriakkan: "akulah orang yang terpintar sedunia.. aku mampu lakukan semua.. aku mau ajarkan kalian.. mari dengarkan aku, aku punya sesuatu yang baru..."

Mungkin yang tidak pernah terpikir adalah.. ketimbang sekedar bagaimana membagikan ilmu yang baru didapatkan secuplik kepada semua.. bagaimana sebenarnya aku mendapatkan sumber yang tidak terbatas yang akan terus mengalir kepada semua yang kita temui...

Saat kita dipenuhi sedikit dan langsung merasa bisa, bukankah lebih baik lagi saat kita justru merasa ternyata ada bannyak yang selama ini ternyata aku belum tahu yang sudah diketahui oleh orang-orang lain sehingga akhirnya mereka bisa mengajarku.. bagaimana caranya agar aku dapat menjadi seperti mereka?

Siapa yang mengajar mereka, bagaimana mereka belajar... kalau mereka bisa aku juga pasti bisa.. asal saja aku sediakan tempat di hatiku untuk terus di-isi dan aku terhubung dengan sumber yang sama dengan sumber yang mereka andalkan..

Dan yang sangat mungkin untuk tidak terpikir adalah saat kita ingin terhubung kepada Sumber yang tak terbatas itu, suatu teriakan bukanlah pada tempatnya tetapi suatu 'keterdiaman'; 'ketenangan'; 'penantian' akan jauh lebih berguna... (tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.)

No comments:

Post a Comment