20090310

mulai dengan benar, akhiri dengan benar

Kecenderungan untuk bereaksi negatif merupakan indikasi masih adanya kedudukan hati yang belum benar dalam hatiku. Hati yang benar akan selalu bereaksi benar. Hati yang dipenuhi dengan kasih ilahi akan selalu memiliki kapasitas yang besar untuk menampung segala sesuatu, terlebih saat aku juga mengerti bahwa aku tidak perlu harus selalu langsung bereaksi terhadap segala aksi-aksi yang datang padaku.

Setelah aku mendapat pengertian yang benar terhadap apa yang disampaikan, dalam hal ini pengertian yang dimaksud tentu sangat perlu juga dilihat dari sudut pandang orang yang menyampaikannya kepada-ku, maka selanjutnya aku dapat menentukan reaksi yang benar yang harus ku-berikan. Dan reaksi yang benar selalu dimulai dari dalam sebelum reaksi tersebut disampaikan di luar.

Apakah aku perlu bertobat, atau aku perlu menghormati tanpa harus mengubah pendapat pribadi? Saat aku bertobat di dalam, aku perlu meminta maaf sebagai tindakan di luar. Saat aku menghormati di dalam, aku akan menyampaikan simpati dan menerima pendapatnya sebagai reaksi di luar. Menerima belum tentu membuat-ku harus segera mengubah pendapat-ku. Kadang-kadang aku menemukan, pendapat yang benar bagi orang lain bukanlah pendapat yang benar bagi-ku. Mungkin karena titik proses-ku belum sampai di sana. Atau justru aku sudah melampauinya.

Kesimpulan akhir dari semua..., ternyata melahirkan reaksi yang benar merupakan suatu proses yang panjang, yang dimulai dari keahlian mendengar yang sekaligus akan menahan-ku dari melahirkan reaksi-reaksi yang salah, sehingga langkah-langkah berikutnya dalam proses itu dapat diselesaikan... apakah Saudara mendengarkan?

No comments:

Post a Comment