Saat aku memiliki hati yang tenang, aku dapat menjaga kapasitas hati-ku agar tetap ada pada posisi optimum. Hati yang tenang dapat diharapkan untuk memberi reaksi-reaksi yang benar, walaupun aksi-aksi yang datang tidak selalu merupakan aksi yang benar. Aku menemukan untuk menghindari reaksi yang salah dan memberi reaksi yang benar, ternyata ada proses yang harus kulalui dan kerjakan sebelumnya. Apa langkah-langkah yang termasuk dalam proses itu?
Hati yang tenang dapat dipastikan memiliki prinsip yang tegas, disertai dengan pengertian yang benar dan dibangun di atas dasar yang kokoh, yaitu Firman Tuhan, dilaksanakan dengan kasih yang diterima dari Allah sendiri. Hati yang seperti ini tentunya hanya dapat diperoleh dari keintiman yang dalam dengan Tuhan.
Hal awal yang dapat kulakukan untuk menghasilkan reaksi yang benar adalah memiliki hati yang terbuka. Hati yang terbuka berarti hati yang mau mendengar. Saat aku mendengar sebenarnya aku sedang diperkaya atau mungkin juga sedang masuk dalam suatu pengujian. Yang mana yang sedang terjadi dapat kuketahui waktu aku mendengar dengan benar. Mendengar dengan benar berarti mendengar dengan penuh perhatian dan dengan penuh empati...
(bersambung..)
20090309
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment