ingin segera aku menghampiri untuk memberitahu... tetapi saat aku sedang merenungkan kata-kata yang harus kusampaikan, suaraNya terdengar lebih menggema menguasai hatiku...
seakan digambarkanNya bahwa kebenaran yang menurutku benar belum lah dapat diterimanya sebagai kebenaran-nya... bukan karena dia tidak mau...tetapi karena memang kualitas hati, pengalaman, pemahaman, penalaran-nya belum siap untuk menerima kebenaran sedemikian...
kalau sudah begini, aku menyerah... tetapi hatiku terasa begitu berat dan penuh... seakan ada bongkahan batu-batu besar yang menyaratinya...
hingga kemudian kusadari, Dia tidak ada bagiku untuk mengambil semua itu... tetapi Dia sedang menantikanku untuk membuang semua itu... menanggalkannya... meninggalkannya... mengeluarkannya dari hatiku... oooh... terasa begitu berat... bukankah itu kebenaranku yang begitu tinggi nilainya? mengapa harus kutanggalkan, kutinggalkan dan kukeluarkan, kubuang jauh-jauh...
kadang aku harus memaksa diriku untuk melakukannya... kadang bahkan disertai dengan air mata, karena ternyata kebenaranku telah mengikatku sehingga sulit bagiku untuk menyatukan diri dengan orang lain yang belum memiliki kebenaran itu... saat ikatan itu harus dilepaskan, ada bagian dari kedaginganku yang ikut tercabik... mungkin juga berdarah-darah... dan diizinkanNya (baca: dilatihNya) aku menanggung sendirian kepedihannya...
yang ajaib... setelah kutanggalkan semua (kuakui tidak dengan rela pada awalnya tentunya)..., ada suatu rasa plong di hati... ringan sekali... dan bagaimanapun lebih mudah bagiku untuk mengasihi seseorang saat suasana hatiku lega seperti ini... dan damai sejahteraNya pun kemudian bisa kunikmati kembali...
akhirnya setelah semua terjadi, baru aku kembali belajar mengerti bahwa hadiratNya perlu tahta kasih karunia yang lapang di hatiku, dan nilai dari damai sejahtera yang ingin dilimpahkanNya tentu jauh lebih berharga dari perbedaan pendapat yang kupertahankan sebelumnya...
dan tentunya melalui kebodohan-kebodohan yang ada, aku belajar bahwa RohNya benar-benar mentor yang tersabar yang pernah kumiliki dalam hidup ini...